Biaya umroh tambahan dalam pembuatan visa bagi jamaah umrah yang sudah pernah berangkat kurang dari 2 tahun disebut dengan visa progresif umroh.

Biaya umroh visa progresif ini di bayarkan ke pihak Kedutaan Besar Arab Saudi di negara tempat jamaah tinggal. Saat ini biayanya sebesar 2000 Riyal Arab Saudi (SAR). Biaya visa progresif umroh ini diberlakukan dengan memperhitungkan masa keberangkatan jamaah.

Suatu contoh apabila jamaah umrah yang pernah berangkat selama musim umroh 1438 H, maka jamaah tersebut akan dikenakan biaya umroh visa progresif sebesar 2000 Riyal Saudi apabila jamaah tersebut akan berangkat umrah lagi pada tahun 1439 H.

Didasarkan pada data e-Hajj yang dikeluarkan oleh Arab Saudi, nanti terlihat para jemaah yang terkena visa progresif umrah. Tetapi, sebagai data awal, Kemenag akan mengidentifikasi jama’ah yang sudah berhaji melalui Siskohat.

Data Siskohat ini yang kemudian menjadi basis awal pengenaan untuk biaya visa progresif umroh dan harus dibayarkan saat pelunasan. Dapat saja, jemaah dalam data Siskohat belum berhaji, namun di data e-Hajj sudah pernah sehingga harus membayarnya.

Maka jika ada, jemaah akan diminta membayarnya setelah visanya keluar. Jika tidak visanya dibatalkan.

visa progresif umroh by alsha travel news

Raja Arab Saudi, mengeluarkan dekrit terbaru terkait restrukturisasi visa kunjungan, haji, dan transit. Dekrit tersebut mencakup pembatalan biaya umroh berulang dengan paspor yang sama.

Jadi saat ini sudah tak berlaku lagi, dan ada ketentuan baru soal biaya visa umroh. Tinjauan ulang dilakukan kementrian haji Arab Saudi terhadap kebijakan visa progresif umroh yang berbiaya SAR 2.000 atau sekitar Rp 7,6 juta.

Sebelumnya, diberlakukan bagi mereka yang pernah berhaji atau berumroh dan ingin kembali beribadah ke Tanah Suci. Adanya perubahan ketentuan visa, dengan tarif SAR 300 berlaku flat untuk mereka yang pernah maupun belum pernah umroh.

Ketentuan Visa Progresif Umroh :

Apa saja yang perlu diketahui soal ketentuan baru Pemerintah Arab Saudi terkait visa umroh? Berikut rangkumannya:

biaya umroh visa progresif

  1. Pemerintah Arab Saudi menghapuskan ketentuan ini yang berlaku bagi mereka yang pernah berhaji atau umroh. Yaitu ketentuan biaya sebesar SAR 2.000 atau 2.000 riyal dihapuskan.
  2. Aturan baru visa
    Keputusan ini bermakna Arab Saudi mencabut aturan terkait visa progresif yang berlaku sejak tahun 2016. Sebelumnya jamaah yang berangkat umrah di tahun yang sama sebanyak lebih dari satu kali terkena kebijakan visa progresif umrah.

    Harus diketahui bahwa kebijakan ini bukan mengurangi biaya visa progresif umroh dari SAR 2000 menjadi SAR 300 seperti yang banyak diberitakan. Visa progresif memang dihapuskan, namun visa umroh untuk seluruh calon jamaah yang pertama kali umroh dan atau selanjutnya naik.

    Belum lagi harus ditambah dengan biaya umroh lainnya seperti BRN hotel dan bus 105 SAR, serta biaya elektronik visa 93,19 SAR. Jika dijumlah biaya-biaya umroh tersebut menjadi 498,19 SAR, dan jika dirupiahkan sekitar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah).

  3. PPIU di imbau menyesuaikan dengan adanya ketentuan baru ini, Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di imbau melakukan penyesuaian harga paket umroh secara proporsional.

    Kemenag akan melakukan evaluasi terhadap besaran harga referensi yang telah ditetapkan yakni sebesar 20 juta rupiah. Jika memang dinilai perlu, besaran harga tersebut akan disesuaikan.

    Dilakukannya penghapusan biaya umroh visa ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Arab Saudi mewujudkan visi 2030. Jemaah umroh di targetkan mencapai 30 juta orang yang merupakan salah satu visi 2030.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here